MEMBUAT POLA BUSANA

MEMBUAT POLA BUSANA

Pola sangat penting artinya dalam membuat busana. Baik tidaknya busana yang dikenakan di badan seseorang (kup) sangat dipengaruhi oleh kebenaran pola itu sendiri. Tanpa pola, memang suatu pakaian dapat dibuat, tetapi hasilnya tidaklah sebagus yang diharapkan. Dapat pula diartikan bahwa pola-pola pakaian yang berkualitas akan menghasilkan busana yang enak dipakai, indah dipandang dan bernilai tinggi, sehingga akan tercipta suatu kepuasan bagi si pemakai.


Kualitas pola pakaian akan ditentukan oleh beberapa hal, di antaranya adalah:
1) ketepatan dalam mengambil ukuran tubuh si pemakai, hal ini mesti didukung oleh kecermatan dan ketelitian dalam menentukan posisi titik dan garis tubuh, serta menganalisa posisi titik dan garis tubuh si pemakai;
2) kemampuan dalam menentukan kebenaran garis-garis pola, seperti garis lingkar kerung lengan, garis lekuk leher, bahu, sisi badan, sisi rok, bentuk lengan, kerah, dan lain sebagainya, untuk mendapatkan garis pola yang luwes mesti memiliki sikap cermat dan teliti dalam melakukan pengecekan ukuran;
3) ketepatan memilih kertas untuk pola, seperti kertas dorslag, kertas karton manila, atau kertas koran;
4) kemampuan dan ketelitian memberi tanda dan keterangan setiap bagian-bagian pola, misalnya tanda pola bagian muka dan belakang, tanda arah benang/serat kain, tanda kerutan atau lipit, tanda kampuh dan tiras, tanda kelim, dan lain sebagainya;

......
Selengkapnya ...

Yang Baru dari Ok-Rek.com

Berikut adalah produk-produk model terbaru dan artikel-artikel terkini yang diposting di Ok-Rek.com. Informasi selengkapnya bisa dilihat di okrek.com. Dapatkan informasi mengenai busana dan bisnis fashion dan peluang usaha di bidang pakaian ini.

Blus Syalsya Unik


 
Blus Syalsya

HARGA : Rp 90.000 (untuk ukuran standart XS sampai L) 
untuk ukuran besar antara XL sampai 7XL silahkan konsultasi pemesanan dengan admin kami.
Minimal jumlah pemesanan 1pcs sesuai dengan ukuran anda ^__^

Bisa pesan dengan lengan panjang atau lengan pendek.
Dapat dipesan pula dalam bentuk longdress atau abaya, dengan panjang sesuai keinginan.

kusumaayu08@yahoo.com; aakusuma@gmail.com; ok@okrek.com
0878 5209 5976; 0878 525 80885; 082140 031 207
www.facebook.com/ayunakusuma

__________________________
Pemesanan produk campur mode, ukuran, dan warna minimal IDR 1.000.000 Gratis Ongkos kirim Seluruh Jawa
__________________________

__
Diskon langsung 20% untuk pembelian 2kodi/model



 

  

Florist Short Jacket


 



Florist Short Jacket
Harga Rp 180.000
Bahan Kain Batik Printing dan furing
Bisa diaplikasikan dengan semua bahan yang anda inginkan dan warna kesukaan anda
Dapat dipesan sesuai ukuran anda dari XS sampai 7XL
Ukuran XL sampai 7XL harga contact admin ^____^

Gangguan dan Perbaikan Mesin Jahit


Mengatasi ganguan pada mesin jahit, berbagai macam jenis gangguan yang dijumpai pada pemakaian mesin jahit harus di cari penyababnya dan diusahakan perbaikan-parbaikan agar hasilnya memuaskan. Berikut beberapa pentunjuk untuk mengatasi gangguan mesin jahit.

1. Mesin tidak lancar dan berisik.
Penyebab dari gangguan ini terjadi karena kurang minyak pelumas pada mesin jahit, selain itu pelumas yang digunakan tidak bermutu baik. Adanya benang-benang yang lepas menyangkut pada mesin dan juga penumpukan debu dan sisa serat kain pada gigi mesin.
Perbaikan pada gangguan tersebut di mulai dari membersihkan mesin dari serat-serat kain dan benang yang tertinggal dengan kuas atau sikat. Memberikan minyak pelumas pada throat plate (penutup gigi) dengan pelumas yang berkualitas baik.

2. Benang jahitan atas sering putus.
Penyebab gangguan antara lain benang jahit menyangkut karena menjahit dengan arah yang salah. Memasang jarum tidak tepat pada tempatnya yang menyebabkan jarum cepat tumpul atau bengkok sehingga ketegangan benang menjadi terlalu besar. Benang terlalu kasar atau terlalu halus yang tidak sesuai dengan jenis kain yang digunakan.
Perbaikan pada gangguan tersebut dapat dilakukan dengan cara:
1) menganti jarum dengan jenis yang baik,
2) menyesuaikan nomor benang dengan nomor jarum yang akan digunakan,
3) setel kembali rumah sekoci dan kendurkan tegangan dengan memperhatikan keseimbangan dengan benang jahit bawah,
4) tarik kain kearah belakang mesin jahit.

3. Benang jahit bawah sering putus
Penyebab gangguan antara lain: benang jahit tidak rapi digulung pada spul/kumparan, tegangan benang pada sekoci (bob bin case) terlalu besar, benang tidak sempurna lewat rumah sekoci, dan banyak debu terdapat pada mekanisme mesin.
Perbaikan pada gangguan tersebut dapat dilakukan dengan cara:
1) bersihkan bagian mekanisme mesin,
2) garis tengah sekoci harus rata secara keseluruhan sehingga benang lewat pada arah yang seharusnya,
3) kurangi ketegangan dan benang dan sesuaikan dengan tegangan benang atas.

4. Benang sering putus.
Gangguan terjadi karena jarum tidak pada tempatnya sehingga sering mengenai hook dan menyebabkan jarum tumpul. Jenis jarum tidak sesuai dengan kain yang digunakan. Setelah selesai menjahit kain ditarik kearah yang salah.
Perbaikan dapat dilakukan dengan cara:
1) Ganti jarum, sesuikan antara benang jahit, jarum dan kain,
2) Pasanglah jarum pada tempat yang tepat,
3) kendurkan tegangan dengan memperhatikan keseimbangan antara benang atas dan benang bawah jahitan.
Penyabab gangguan yang lain: jarum tidak tepat pada tempatnya, jarum tumpul, ukuran benang tidak sesuai dengan jarum yang digunakan, benang atas tidak melewati jalan yang benar.
Perbaikan pada gangguan tersebut dilakukan dengan cara:
1) ganti jarum dengan yang tajam dan pasang pada tempat yang tepat,
2) Sesuaikan bengan dengan nomor jarum,
3) Pasang benang melewati jalur yang seharusnya.

5. Jerat benang mengerut
Penyebab gangguan antara lain: tegangan benang terlalu kuat, benang tidak melewati jalan yang benar, jarum terlalu besar untuk jenis kain yang digunakan, dan benang bagian bawah tidak digulung dengan rapi.
Perbaikan dapat dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut:
1) kendurkan tegangan dengan memperhatikan keseimbangan dengan benang jahitan bawah,
2) sesuaikan jarum sehingga benang atas melewati jalan yang benar,
3) sesuaikan nomor jarum dengan bahan yang digunakan.

6. Jerat benang kendur.
Penyebab gangguan antara lain: tegangan benang atas terlalu kendur atau terlalu kencang, pegas pengatur tegangan pada rumah sekoci terlalu besar, dan ukuran jarum tidak sesuai dengan jenis kain.
Perbaikan dapat dilakukan dengan:
1) kendurkan tegangan dengan memperhatikan keseimbangan dengan benang jahitan bawah,
2) sesuaikan tegangan benang atas dengan benang bawah,
3) sesuaikan antara benang jahit, jarum dan kain yang akan digunakan.

7. Jalannya kain tidak lancar.
Penyebab gangguan antara lain: banyaknya serat berkumpul di sekitar gigi penyuap dan tinggi rendahnya gigi penyuap tidak sasuai.
Perbaikan dapat dilakukan dengan cara:
1) bersihkan bagian gigi penyuap kemudian beri pelumas kemudian tutup kembali dengan cepat,
2) atur mekanisme dan knop gigi penyuap.

FASE-FASE AUDIT – Pelatihan Audit Internal di PT. API

Fase-Fase Audit
Meliputi a.l:
  1. Buat rencana/ schedule audit
  2. Pemilih audit team.
  3. Hubungi organisasi yang akan diaudit
  4. Pengarahan untuk audit team
  5. Pembuatan Checklist Audit
Rencana Audit
Jadwal pelaksanaan audit dan frekuensi-nya  harus ditentukan berdasarkan status dan pentingnya kegiatan yang diaudit
Faktor-faktor yang harus diperhatikan dalam menyusun jadwal audit:
  1. Ruang Lingkup Audit
  • Lokasi
  • Unit dalam organisasi
  • Proses dan aktivitas yang akan diaudit
  • Lama pelaksanaan audit
  • Loading kerja Auditee
  • Jam Kerja dan Jumlah shift
  • Jam makan siang / istirahat
2.  Jumlah personel yang menjalankan kegiatan yang bersangkutan.
3.  Kerumitan (complexity) dan Pentingnya (criticality) proses
Pemilihan Audit Team
Jumlah anggota audit team bervariasi tergantung dari :
  1. Scope (jangkauan audit)
  2. Personel (auditor) yang tersedia.
  3. Waktu yang tersedia untuk menyelesaikan audit
  4. Kebutuhan keahlian atau pengalaman tertentu dari area tersebut

Entri Populer